Oleh: Erin Mutiara, M. Psi. (FAME CONSULTANT)

Gang atau cliques bukan hanya realita di jaman kita bersekolah, di banyak tempat kerja, pergaulan sosial juga diwarnai oleh munculnya clique atau gang– sekelompok rekan kerja yang memiliki pergaulan erat, baik di dalam maupun di luar kantor dan seringkali mengucilkan rekan kerja yang lain. Menghadapi clique memang tidak mudah sekalipun kini kita bukan lagi remaja. Kita semua memiliki kebutuhan untuk diterima dan tidak suka dikucilkan sementara itu clique biasanya punya kuasa untuk memutuskan siapa yang bisa ‘masuk’ dalam lingkaran mereka dan siapa yang tidak. Tidak dapat dipungkiri, karyawan yang memiliki relasi positif di tempat kerja biasanya lebih bahagia dalam bekerja.

Relasi di tempat kerja adalah satu satu faktor paling penting yang menentukan kebahagiaan di tempat kerja. Berbagai penelitian sudah membuktikan keterkaitan antara kebahagiaan di tempat kerja dengan produktivitas, kreativitas dan keberhasilan yang lebih tinggi.

Lantas bagaimana kita harus menyikapi keberadaan Gang di lingkungan kerja?

  1. Para peneliti mengatakan bahwa orang yang sukses dalam karirnya  memiliki ciri-ciri yang sama: mereka dapat menjalin relasi dengan berbagai kalangan yang mencakup keseluruhan organisasi- bukan hanya dengan segelintir orang. Karenanya sedapat mungkin jagalah jarak yang sehat dengan clique clique yang ada di kantor. Luangkan waktu dengan segala kelompok rekan kerja bukan hanya dengan satu kelompok tertentu saja.
  2. Kita perlu sangat menimbang-nimbang apakah bergabung dengan clique tertentu akan bermanfaat atau justru berakibat negative bagi karir kita. Ketika kita sudah ‘masuk’ ke dalam clique sangat mungkin kita menghabiskan terlalu banyak waktu dengan kelompok ini dan kehilangan kesempatan menjalin relasi dengan rekan-rekan kerja lain. Ditambah lagi, clique punya pengaruh yang kuat terhadap anggotanya yang disebut clique pressure, sangat mungkin kita melakukan sesuatu yang tidak kita inginkan hanya supaya kita diterima di
  3. Atas nama profesionalitas kita tetap perlu menjalin relasi dengan orang-orang yang kurang kita sukai paling tidak agar kita tetap dapat bekerjasama demi terlaksananya tugas-tugas. Mengenal rekan kerja secara pribadi dapat menolong kita untuk lebih memahami sudut pandang dan kepribadian seseorang. Cobalah untuk melakukan pembicaraan diluar tugas dan pekerjaan dengan rekan kerja yang ingin kita kenal. Carilah persamaan (common ground) dengan mereka, entah itu hobi, asal daerah, film favorit atau hal-hal kecil yang dapat membuat kita lebih nyambung dengan mereka.
  4. Membuka diri juga merupakan salah satu cara agar orang dapat merasa lebih dekat dengan kita. Tetapi dalam pergaulan profesional, kita pun harus ingat untuk tidak membeberkan habis-habisan kehidupan pribadi kita. Batasan pergaulan di kantor lebih ketat dibandingkan dengan batasan pergaulan di lingkungan lain. Selain itu hindari membicarakan orang lain atau bergosip, terutama mengenai rekan, bos atau orang di lingkungan kerja lainnya. Gosip kantor seperti juga gossip lainnya bisa berkembang dan bisa mempengaruhi reputasi seseorang padahal kebenarannya seringkali dipertanyakan. Ingat bahwa kita pun tidak luput dari pengamatan dan pembicaraan, jangan sampai hal-hal pribadi yang kita ungkapkan menjatuhkan kita atau orang lain. Jangan pula terlalu nyaman hingga melontarkan guraian porno atau candaan yang berpotensi menyinggung orang-orang tertentu

Leave a Comment





This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.