Leading Your Boss

 

Punya atasan kompeten pastinya aseek. Bossnya perhatian, efektif pimpin tim,, suka dorong timnya biar maju.. mantap jiwa itu. Sayangnya gak semua kebagian boss kayak gitu. Banyak juga yang masih di “oven”. Terus gimana dong jalaninnya? Pasrah aja? Atau cabs aja ya?

 

Itulah fakta hidup yang harus dijalani. Getir emang, tapi gak usah frustrasi. Kita bisa lho mimpin boss kita. Inget, memimpin itu = memengaruhi. So, bisa banget kita pengaruhi boss untuk kebaikan semua. Yuks lakukan langkah-langkah ini.

 

Pertama, Rapiin dulu hati kita. Akui kalau you kesal, marah atau frustrasi. Tapi, instead kerja ngasal, you pilih
terima dan kelola emosi. You pilih bantu boss & teman supaya kondisi better. You lakukan semua langkah” ini dengan respect sama boss dan tulus ,tanpa hidden agenda,.

 

Kedua, Rapiin dulu mindset kita. Boss yang kurang sip sebetulnya sedang memberi contoh perilaku yang gak efektif. Pelajarilah, lalu cari cara yg beda supaya kita memimpin dan mengelola tim dengan efektif. Inget, your boss is not superman (woman). Karenanya jangan digibahin, tapi dibantuin.

 

Ketiga, Rapiin dulu kerjaan kita. Maen cantik lah.. masak ngarep boss jadi better, tapi hasil kerja kita sebatas KKM, asal lolos. Jangan sampai kerjaan kita dicela orang, Apa kata dunia? So, make sure you deliver your job consistently well. This builds your credibility.

 

Keempat, connect sama boss. PDKT, Ajak kenalan. Cari tau apa hobinya, apa yang penting buat dia, apa mimpinya. Ajakin makan bareng, nongs bareng. Share dikit dikit your personal life. Give and take lah. Gak jarang, you bisa liat dia scr beda. Earn your boss’ trust. Jangan gibah.

 

 

Di bukunya “How to Lead When Your Boss Can’t (or Won’t), John C, Maxwell ngajarin cara bantu ringankan beban boss kita. Saya masukin bbrp jadi langkah selanjutnya ya.

 

Kelima, Bawa Solusi bukan cuman masalah. Tiap kali ngadepin masalah, cari 2-3 alternatif solusinya. Abis itu baru ngadep & sampaikan usulan + pertimbangan kita

 

Keenam, beri tahu apa yang boss perlu ketahui. Open the kimono. You harus berani ngomong apa yang boss perlu dengar. Kalau gak ada yang ngomong bagaimana dia bisa improve. It takes courage. Lakukan dgn bijak. Tes dulu yang kecil. Kalau okay, bisa dilanjutkan. Kalau belum, cari waktu dan cara lain. Continue to earn and maintain his/her trust. You bisa pakai metode DESC untuk kasih feedback.

 

Describe perilakunya; Express perasaan & pikiran you; Specify apa yang you harapkan, Consequence yang timbul dr perilaku yg diharapkan). Peserta training kami yang masil millenial melakukan hal ini sama bossnya. Amazingly, his boss received feedback well and they are getting better.

 

Ketujuh, beri afirmasi. Tunjukkan rasa terimakasih dan respect atas upaya yg boss lakukan. Beri pujian dan pengakuan yang tulus

 

Pastinya gak ada yang bisa jamin dia bakal berubah. Tapi, kalau dilakukan dengan baik, pasti you become better. Lets put them into practice sambil tetap tulus dan respect boss kita.

 

By Jeriel Charis
Maxwell Cert. Team