Demam Pemilu masih terasa. Kampanye yang dilakukan sekian lama oleh sejumlah calon pemimpin pun rasanya tidak dapat dilupakan begitu saja. Begitu banyak usaha juga yang telah dilakukan para calon untuk dapat meyakinkan rakyat bahwa dirinya pantas menjadi pemimpin bangsa ini. Pernyataan janji-janji manis sampai bagi-bagi uang pun rela dilakukan para caleg agar mendapat pendukung. Persaingan yang ketat dan sengit juga terjadi di antara para calon pemimpin. Tak jarang bahkan persaingan ini juga memicu keributan dari pada pendukung masing-masing calon. Pengaturan strategi untuk menang yang memakan waktu, tenaga, biaya, emosi, dan pikiran, tentu dipersiapkan dengan benar-benar matang. Namun, adakah para calon pemimpin juga teringat untuk mengatur strategi saat mendapati diri mereka kalah dalam pemilihan? Adakah mereka juga sempat mempersiapkan diri untuk tetap tegar dan kuat saat mereka kalah?

Kegagalan merupakan situasi yang tidak diinginkan semua orang. Kemungkinan, setiap orang akan setuju pada pendapat bahwa kegagalan merupakan situasi yang menurunkan semangat dan pengalaman yang tidak menyenangkan. Akan tetapi dalam keseharian kita, tentunya kita tidak dapat betul-betul mengontrol segala sesuatu, sehingga kegagalan pun akan mungkin kita alami. Saat kita tidak dapat merespon kegagalan dengan cara yang adaptif secara psikologis, maka kegagalan akan terus menghantui, menurunkan semangat kita, dan membatasi kita untuk mencapai kesuksesan di masa akan datang. Oleh karena itu, mau tidak mau, para caleg harus siap dan punya amunisi yang cukup untuk menghadapi kegagalan dalam hidup, termasuk juga kita, rakyat jelata ini. Ada beberapa tips untuk tetap tegar dan kuat saat menghadapi kegagalan.

  1. Ubah cara pandang Anda terhadap kegagalan

Kegagalan memang menyebalkan dan membuat kita bisa sangat terpukul. Apalagi kalau melihat usaha yang kita lakukan sebelumnya sudah super maksimal. Akan tetapi, ketika kegagalan terjadi, jangan terlalu membesar-besarkannya. Kita perlu berusaha mengubah cara pandang dan pikir kita tentang kegagalan itu. Pandanglah kegagalan sebagai sebuah peristiwa yang memberi kita pelajaran bukan yang menjatuhkan kita. Cobalah untuk mencari sisi positif dari peristiwa yang Anda alami. Tidak terpilihnya Anda sebagai caleg, belum tentu berarti Anda tidak kompeten dan tidak baik di mata masyarakat.

  1. Evaluasi langkah yang telah dilakukan sebelumnya

Saat gagal, mari kembali sedikit lihat ke belakang. Terutama lihatlah usaha-usaha yang telah Anda lakukan sebelumnya. Jabarkan satu per satu dan lakukan evaluasi dari apa yang sudah Anda lakukan sebelumnya. Anda dapat mengeksplor mana cara yang sudah baik dan dampaknya pada sekeliling Anda. Selain itu, perhatikanlah juga cara-cara yang menurut Anda kurang berhasil ataupun perlu diperbaiki lagi agar dapat berdampak lebih baik di kesempatan berikutnya.

  1. Pahami kemampuan dan keahlian Anda

Dalam menyikapi kegagalan, cobalah untuk menggali lagi kemampuan dan keahlian yang Anda miliki. Sebagai caleg, apa yang betul-betul Anda kuasai? Keahlian apa yang betul-betul dapat bermanfaat, baik bagi Anda maupun masyarakat yang Anda layani? Galilah lebih dalam. Ambil waktu untuk memikirkan secara pribadi sampai Anda betul-betul yakin. Mintalah juga pendapat tentang keahlian tersebut dari orang-orang di sekeliling Anda, baik keluarga, teman dekat, pasangan, rekan kerja, yang memang berinteraksi dengan Anda sehari-hari. Yakinlah, jika Anda memiliki kemampuan atau keahlian tertentu yang dapat bermanfaat bagi sekeliling Anda, maka mungkin Anda tidak harus menjadi caleg untuk dapat memberi dampak positif bagi orang lain. Percayalah bahwa Anda dapat menyalurkan kemampuan Anda dengan berbagai cara yang lain.

Tidak mudah menerima kegagalan, ataupun melakukan cara-cara di atas. Tetapi, tetaplah berusaha dan jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Ada seseorang pernah berkata, “Failure is inevitable. How we move forward from failure determines whether failure becomes a biologically ingrained habit or a spotty memory. What will you choose?”. Dalam bahasa sederhananya dapat dikatakan bahwa kegagalan memang tak terhindarkan. Tetapi, cara kita menyikapinya menentukan apakah kegagalan itu akan menetap terus dalam hidup kita atau hanya sekedar memori yang buruk saja? Pilihannya ada di tangan Anda. -ADR

Leave a Comment





This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.